Saturday 28 May 2016

Potret Batutumonga (Desa di Atas Awan), Toraja Utara


Dari Kete Kesu perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Pongtiku, pusat Kota Rantepao, ibukota kabupaten Toraja Utara. Terus ke utara melewati jembatan Sungai Sa’dan, mengambil arah kanan menyusuri Jalan Sadan. Jalan ini akan membawa kita menuju dataran yang lebih tinggi. Menyusuri jalanan lereng pegunungan yang berliku, melewati perkampungan sepi dan udara pun semakin dingin pada sore hari. Perjalanan sejauh kurang lebih 23 km atau sekitar 1 jam berkendara dari Kete Kesu mengantarkan kita ke Batutumonga.


Peta perjalanan dari Kete Kesu ke Batutumonga

Batutumonga…Bagi traveler pecinta wisata alam khas pegunungan, inilah salah satu destinasi wisata alam andalan Toraja Utara yang tak boleh dilewatkan. 
Panorama alam di perjalanan menuju Batutumonga
Apa yang menarik dari Batutumonga? Batutumonga terletak di lereng Gunung Sesean (2.100 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di tanah Toraja. Dari ketinggian desa ini kita dapat menikmati segarnya udara pegunungan dan melihat keindahan panorama alam yang membentang di bawahnya. Di lereng jalanan Desa Batutumonga terhampar persawahan nan hijau bertingkat-tingkat, diselingi bebatuan karst berlatar rumah-rumah tongkonan yang tersembunyi di balik pepohanan, di lembahnya terlihat panorama Kota Rantepao dan nun jauh di sana dilingkupi rangkaian pegunungan lainnya. Inilah panorama menawan dari Desa Batutumongga. Pada pagi hari dari jalan raya desa ini, kabut dan sekumpulan awan putih menaungi langit Toraja Utara di bawah sana seakan-akan kita sedang berdiri di atas awan. Tak perlu mendaki hingga ke puncak Gunung Sesean, dari Batutumonga ini saja kita sudah bisa menikmati panorama alam menakjubkan, desa di atas awan Toraja Utara.

Untuk bisa menikmati panorama Batutumonga di awal pagi, biasanya wisatawan akan menginap semalam di sini.

Salah satu penginapan yang menurut saya recommended adalah Mama Rina Homestay. Mama Rina Homestay menawarkan pengalaman menginap dalam rumah tradisional Tongkonan. Tarifnya per malam 150.000 IDR per kamar. Malam-malam dingin di sini jangan lupa memesan kepada Mama Rina untuk dibuatkan minuman kopi Toraja dan mie instan cup yang sudah diseduh. Oh iyaa, terimakasih Mama Rina yang sudah menggratiskan makanan dan minuman yang kita pesan (efek karena Agung berbicara dalam bahasa Toraja dengan Mama Rina mungkin, hehe).

Mama Rina Homestay
Meresapi keheningan alam Batutumonga dari penginapan tongkonan Mama Rina Homestay lantai atas
Awan & lembah Kota Rantepao terselip dibalik pepohonan rimbun
Pagi hari di Batutumonga, manjakan mata dan tenangkan pikiran dengan menengok panorama alam menakjubkan dari desa di atas awan Toraja Utara ini. 


Potret alam Toraja Utara dari lereng Gunung Sesean menuju Kota Rantepao 
Pasca hujan tadi malam inilah awan yang tersisa menaungi Kota Rantepao dan sekitarnya
Seorang pelajar SMP Batutumonga yang akan mengikuti UN berjalan kaki menuju sekolah 
Menengok ke arah selatan dari tepi jalan raya Desa Batutumonga
Kita dan awan di bawah sana dalam satu garis lurus
Seakan-akan saya sedang berdiri di atas awan
Lereng Gunung Sesean
Batutumonga, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
11 Mei 2016

No comments:

Post a Comment