Sunday 21 September 2014

Phnom Penh, I’m OK "Knhum Sok Sabai Chea Tay"

Phnom Penh, Kamboja
Memilih solo traveling berarti harus mempersiapkan rencana perjalanan sendiri. Di destinasi sebelumnya (Singapura, Penang dan Ho Chi Minh City), saya membuat rencana perjalanan (itinerary) secara detail sebagai persiapan pra-traveling. Persiapan meliputi akomodasi (reservasi online atau menginap melalui kenalan couchsurfing), list tempat-tempat yang mau dikunjungi, transportasi yang digunakan, dan beberapa informasi penting lainnya. Tetapi berbeda dengan perjalanan saya ke Phnom Penh. Walaupun hanya berbekal minim informasi, saya tetap memberanikan diri  melanjutkan perjalanan darat menuju ibukota Kamboja ini. Di Phnom Penh mau menginap dimana? dan mau mengunjungi tempat apa?  belum tau. Yang jelas, traveling must go show walau tanpa itinerary :D .

Tuol Sleng Genocide dan Killing Field of Choeung Ek - Saksi Bisu Sejarah Kelam Kamboja

Killing Field of Choeung Ek, Kamboja
Kamboja pernah memiliki sejarah yang kelam di masa kepemimpian Pol Pot. Salah satu bukti nyata kekejaman Pol Pot terdadap rakyat Kamboja dapat dilihat di Tuol Sleng Genocide Museum dan Killing Field of Choeung Ek. Sembari membuka kembali album photo yang saya ambil ketika mengunjungi Phnom Penh, saya mencoba mengumpulkan energi untuk menulis cerita ini. Merinding, takut bercampur perasaan sedih. Begitulah yang saya rasakan ketika mengunjungi kedua tempat tersebut.

Sejarah Kamboja mencatat, pemimpin tentara Khmer Merah ini mulai berkuasa sejak 17 april 1975. Awalnya Pol Pot berkeinginan menjadikan Kamboja sebagai negara yang makmur di bidang agraris. Proyek besar ini disebut revolusi agraris. Namun kemakmuran yang dijanjikan Pol Pot di awal pemerintahan justru menjadi awal masa kegelapan bagi rakyat Kamboja. Supaya penduduk Phnom Penh mau pindah ke pedesaan awalnya ditakut-takuti bahwa Phnom Penh akan dibom Amerika Serikat. Hingga akhirnya cerita ini menjadi kisah menyayat hati , penduduk tidak hanya dipaksa pindah tetapi juga disiksa dan dibunuh secara sadis. Target utama adalah membunuh kaum intelektual yang dianggap pembangkang di masa pimpinan Pol Pot. Kegilaan Pol Pot baru berhenti pada tahun 1979 ketika pasukan Vietnam mengambil alih kekuasaan. Meski hanya berkuasa empat tahun, dampak akibat pembataian Pol Pot ini sungguh tak terbayangkan. Lebih dari dua juta rakyat kamboja harus mati karena rezim yang haus darah itu. Pada tahun 1997, Pol Pot akhirya ditangkap setelah 27 tahun bergerilya di dalam hutan. Setahun kemudian, Pol Pot meninggal sebelum sempat diadili. (dikutip dari berbagai sumber)

Sunday 14 September 2014

I'm OK "Gwaenchanha"


Lyrics Romanization & Translation :  Yuna (AOA) - I'm OK (Marry Him If You Dare OST)

neujeun bam haneure geollin sumanheun byeoldeul
(The many stars hanging on the late night sky)
jakjiman naege bichi doeeojun jeo byeol
(They are small but those stars become my light)
eonjena geuraetdeut naman baraboneun deut
(Like always, it’s like they’re only looking at me)
bitnaneun Rising star
(The shining and rising star)

maeil himdeulgo jichyeo oeroul ttae
(When things are hard, exhausting and lonely)
hangsang gateun goseseo isseojun neo
(You are always there at the same place)
ttaettaero sangcheobatgo nunmuldo heureujiman
(Sometimes, I get scars and tears fall but)
Oh don't stop never give up
(Oh don’t stop, never give up)

sesangi nal jiltuhaedo I'm OK
(Even if the world is jealous of me, I’m OK)
sarangi nal tteonagado I'm OK
(Even if love leaves me, I’m OK)
eonjena seontaegeun naega hanikka
(Because I always make the choice)
geu nuga mwora haedo neo hana neo hanamyeon dwae
(No matter what anyone says, I only need you)

Thursday 11 September 2014

Melintasi Batas Negara Vietnam dan Kamboja

 From Ho Chi Minh City to Phnom Penh (source : google map)
Tadinya saya berencana menaiki bus tengah malam yang akan membawa saya menuju Kamboja. Namun pada malam terakhir saya di Ho Chi Minh, chi Linh mengajak saya dinner sekaligus hangout bersama temannya. Jadi, saya memutuskan untuk berangkat dari Ho Chi Minh ke Phnom Penh menggunakan bus jam 09.30 pagi keesokan harinya. Saya memesan langsung tiket bus Kumho Samco (Saigon - Phnom Penh) melalui VietSea Tourist  seharga  11 USD atau sekitar 230.000 VND.  

Tuesday 2 September 2014

Dare to Be

When a new day begins, dare to smile gratefully
When there is darkness, dare to be the first to shine a light
When there is injustice, dare to be the first to condemn it
When something seems difficult, dare to do it anyway
When life seems to beat you down, dare to fight back

When there seems to be no hope, dare to find some
When you’re feeling tired, dare to keep going
When times are tough, dare to be tougher
When love hurts you, dare to love again

Sunday 31 August 2014

Mekong Delta Trip Feels Like Korean

Sungai Mekong, Vietnam
Selama lebih dari satu dasawarsa genre Korea telah memberi warna tersendiri dalam hidup saya. Ceile bahasanya..Entah itu dalam kondisi apapun, yang jelas tidak sehari pun terlepas dari yang namanya berbau-bau Korea. Sebut saja, sehari-hari adalah wajib bagi saya untuk mendengarkan list lagu Korea favorit dan adalah wajib untuk update K-drama terbaru.Haha, segitunya ya kak!. Lalu bagaimana saat saya traveling? Bukan berarti efek sedang traveling di Vietnam benar-benar membuat saya lepas dari gelombang negara abang Kyuhyun ini .    

Kejadian ke-1..Kembali ke waktu pertama kali mendarat di Tan Son Nhat Airport...Ketika sedang menunggu antrian imigrasi kedatangan, tiba-tiba mata tertuju kepada dua orang lelaki asing yang ada di depan antrian saya. Tentu saya bisa langsung memastikan asal negara dari perawakan mereka, pastilah Korea (entah itu Utara atau Selatan). Selama menunggu antrian, di antara beberapa bahasa percakapan orang-orang di sekitar yang tak saya mengerti hanya ada satu bahasa yg tidak asing lagi di telinga saya. Yap apalagi kalau bukan bahasa yang hampir setiap sore saya dengar di K-Drama channel tv favorit saya. Jadilah, sepanjang menunggu antrian, mencoba mengartikan apa yang dibicarakan oleh 2 orang oppa  ini (oppa : abang). Jurus ampuh mengatasi kejenuhan dalam mengantri. Ohh,, come on!! ini Vietnam Ran, bukan Korea.. Haha,,mengapa tidak bisa sehari pun lepas dari yang berbau-bau Korea.

Friday 29 August 2014

Jelajah Wisata Kota Ho Chi Minh City dengan Berjalan Kaki

Jelajah Wisata Kota Ho Chi Minh City dengan Berjalan Kaki
Tempat wisata terkenal Ho Chi Minh City hampir semuanya berada di Distrik 1. Saya pun menjelajah setiap sudut distrik ini hanya dengan berjalan kaki. Menggunakan peta Ho Chi Minh City sebagai petunjuk lokasi, menjelajah gedung-gedung bersejarah cantik peninggalan arsitektur Prancis. Menikmati kuliner khas yang murah & lezat serta mengunjungi lokasi menarik lainnya. Tak perlu khawatir menyusuri jalanan distrik ini karena jalur pejalan kaki  di kawasan ini umumnya relatif bagus.

Saturday 23 August 2014

Cu Chi Tunnel, A Trip to War Time

Kontruksi Cu Chi Tunnel (sumber : google)

Jatuhnya kota Saigon ke tangan tentara komunis Vietnam (lebih dikenal sebagai Viet Cong – dibaca Viet Kong) pada tanggal 30 April 1975 dikenang sebagai tanda berakhirnya perang Vietnam. Perang Vietnam atau disebut Perang Indochina kedua ini terjadi sejak tahun 1957. Termasuk sebagai salah satu perang paling keji yang tercatat dalam sejarah umat manusia. Perang Vietnam tidaklah sesederhana cerita heroik Slyvester Stallone dalam film Rambo. Lalu apa sebenarnya motif Amerika Serikat menggempur habis-habisan negara Vietnam. Negara kecil di Asia Tenggara yang baru merdeka. Yang jelas, pada saat itu Amerika Serikat dan sekutunya ingin menancapkan hegemoni ideologi liberal mereka di Asia Tenggara yaitu Vietnam. Dengan cara perang fisik melawan Vietnam yang lebih dominan dikuasai ideologi komunis (didukung oleh China & Uni Soviet). Akibat perang ini, korban jiwa dan kerugian materi yang harus ditanggung sangat besar. Lebih dari empat juta warga sipil tewas dan puluhan ribu tentara hilangan atau tewas akibat perang ini. Kota Saigon pun menjadi hancur total pada saat itu.

Terlepas dari sejarah kelam Vietnam di masa perang tersebut, saat ini Vietnam terus berbenah mempercantik diri untuk menarik minat wisatawan berkunjung. Salah satunya menyulap peninggalan perang yaitu Cu Chi Tunnel menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang wajib untuk dikunjungi.

Hari kedua di Ho Chi Minh City. Waktu setengah hari saya habiskan mengunjungi Cu Chi Tunnel yang merupakan salah satu peninggalan Perang Vietnam. Kemudian siang hari menjelang sore menjelajah tempat wisata yang sangat banyak tersebar di kawasan Distrik 1 Ho Chi Minh City dengan berjalan kaki. Dan menghabiskan waktu di tepian Saigon River menjelang malam hari.

Thursday 14 August 2014

Xin Chào, Ho Chi Minh City!

Ho Chi Minh City, Vietnam
25 Agustus 2013
Beberapa bulan sebelum ke Vietnam…Saya menonton sebuah film Korea yang lumayan lawas (2008) berjudul Sunny – Someone Dear is Far Away. Film ini diperankan oleh Soo Ae sebagi Sunny. Berlatar tahun 1970-an awal,  Sunny jauh-jauh dari Korea Selatan pergi ke Saigon hanya untuk mencari suaminya yang  tiada kabar. Suaminya adalah seorang tentara Korea Selatan yang bertugas sebagai tentara negara sekutu Amerika di Vietnam Selatan yang berperang melawan komunis Vietnam Utara. Untuk dapat melanjutkan pencarian suaminya, karena sesuatu hal, Sunny terpaksa menjadi penyanyi suatu band Korea yang mengharuskan dia berpenampilan seksi jauh dari penampilan biasa dia yang sederhana. Bekerja untuk menghibur tentara-tentara baik itu tentara Amerika maupun tentara Korea Selatan sendiri. Terdengar kabar bahwa suaminya tersebut berada di utara yang merupakan kawasan musuh. Lalu apakah Sunny berhasil menemuinya someone dear nya itu di tengah pecahnya perang Vietnam yang memanas saat itu?? Tonton aja yaa kelanjutannya…

Bukan promosi Sunny
Baiklah..Saya memutuskan solo traveling ke negara ini bukanlah terinspirasi dari kisah si Sunny untuk mencari keberadaan pujaan hati di Vietnam. Walaupun Vietnam bukanlah tempat wisata yang lazim atau paling sering dikunjungi oleh wisatawan kita (Indonesia) tetapi bagi saya merasakan secara langsung eksotisme negara yang mendapat julukan Paris of the Orient adalah suatu pengalaman yang tak ternilai harganya.

Traveling Need Husnuzhon (Prasangka Baik)

Saat sedang dalam perjalanan ke suatu tempat, pernahkah Anda  mengalami perasaan pasrah, bercampur prasangka baik atau buruk ketika berhadapan dengan suatu kondisi ?...Nah, bagi traveler yang sering berpergian dengan menggunakan pesawat, pasti tidak asing dengan istilah turbulensi. Kondisi ini mengharuskan kita mengenakan sabuk pengaman  ketika terjadi guncangan pesawat di ketinggian puluhan ribu kaki. Tak sedikit traveler termasuk saya sendiri yang masih saja takut & cemas saat sedang mengalami turbulensi di dalam pesawat. “Turbulensi tidak nyaman tapi tidak berbahaya. Ini bagian dari terbang dan tak perlu ditakuti”, Steve Allright – Pilot British Airways.

Di sini saya bukan mau menjelaskan detail tentang turbulensi, penyebabnya, dan akibatnya. Karena saya bukanlah ahli ilmu penerbangan. Di sini saya akan bercerita tentang salah satu pengalaman merasakan turbulensi menakutkan versi saya  yang membuat benar-benar pasrah pada saat itu .

Cumulonimbus di langit Malaysia

Thursday 17 July 2014

Contest Imagination Tour "Imagine Your Korea"


Sekedar berbagai  informasi dari website KTO (Korea Tourism Organization). 
"KTO mengadakan kontes mengimajinasikan perjalanan wisata kalian di Korea Selatan dan memenangkan kesempatan menjadi salah satu dari delapan tim pemenang yang berhak berwisata gratis ke Korea Selatan!!."

Saya langsung apply kontes ini karena gak pakai ribet harus nulis-nulis blog segala yang selalu membuat saya ogah-ogahan kalau ikut kontes beginian. Wish me luck, semoga berjodoh kembali ke Korea Selatan dengan judul jalan-jalan gratis.  

Anyway...Cara mengikuti kontes ini, klik buzz Korea. Berhubung belum memiliki akun buzz Korea, saya sign up terlebih dahulu dan mengisi data membership...selesai...langsung deh bisa log in dan mengikuti kontes.

Berasa disemangatin abang-abang Big Bang untuk ikut kontes ini #lol

Sunday 6 July 2014

Penang Hill, The Best View of Penang

Bukit Bendera
Penang, Malaysia - 23 Agustus 2013
Pernahkah kakak mendengar istilah “You have never been to Penang unless You have been to Penang Hill”. Ke Penang gak afdol jika tidak mengunjungi Penang Hill atau Bukit Bendera. Yapp, Penang Hill adalah salah satu spot wisata paling terkenal di Penang. Dari ketinggian 2.723 ft atau sekitar 830 m di atas permukaan laut ini, kita bisa melihat pemandangan segala penjuru Pulau Pinang.


Peta Lokasi Penang Hill

Dari Kek Lok Si Temple saya berjalan kaki santai sekitar 25 menit ke arah timur laut mengikuti petunjuk jalan yang ada menuju stasiun kereta api Penang Hill. Jika tidak kuat berjalan kaki, kakak bisa menggunakan Rapid Penang Bus nomor 204 dari Kek Lok Si Temple bus stop. Sekitar 25 jalan kaki, lumayan menguras keringat di tengah teriknya Penang.

Saturday 5 July 2014

Kek Lok Si Temple, Unforgettable View of Penang

 

Kek Lok Si Temple adalah Budhist Temple terbesar di Asia Tenggara. Terletak di daerah Air Itam, Penang. Cara termudah menuju Kek Lok Si Temple, menggunakan transportasi umum, dengan menaiki Rapid Penang Bus No. 204 (201,203,502) dari Komtar Bus Terminal. Harga tiket bus 2 RM. Lama perjalanan sekitar 40 menit an. Temple ini buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore.


Peta Lokasi Kek Lok Si Temple

Sesampai nya di Kek Lok Si Bus Stop, saya berjalan melewati puluhan kios/toko penjual souvenir, baju, traditional handmade, dll khas Penang. Kebanyakan barang-barang yang dijual khas China Penang. Tiba di ground temple, terdapat taman cantik dan kolam dengan ratusan kura-kura di dalamnya. Kolam ini disebut “Liberation Pond atau Sacred Turtle Pond”. Dalam tradisi China percaya bahwa kura-kura merupakan simbol panjang umur dan kekuatan.

Monday 30 June 2014

Penang - Malaysia’s Heritage Island

Penang (baca Pineng) merupakan sebuah Negara Bagian Malaysia, terletak di pantai barat laut Semenanjung Malaysia & Selat Malaka, yang terdiri dari Pulau Penang seluas 293 km2 dan Seberang Perai di Semenanjung Malaysia seluas 760 km2. Walaupun Penang adalah negara bagian terkecil kedua setelah Perlis, Namun dari segi kepadatan penduduk menduduki urutan pertama (Wikipedia). Penang dengan luas 1.046 km2 (termasuk daratan di Semenanjung Malaysia) dihuni sekitar 1.6 juta penduduk. Memilki keberagaman penduduk Chinese 45.6 %, bumiputera (Malaysia) 43.6 %, Indian 10.4 %, dan lainnya 0.4 %. Itulah sebabnya Penang “rich heritage” karena keberagaman “multi racial” dan “multi cultural" tersebut.


Pulau Penang (Penang Island) termasuk ke dalam “Unesco World Heritage Site” sejak 7 Juli 2008. Salah satu warisan berkelas dunia tersebut adalah George Town.  Ibukota Penang ini telah memiliki sejarah yang menarik sejak 200 tahun lalu. Kota ini memiliki banyak sekali gedung-gedung bersejarah yang menggambarkan budaya dari berbagai etnik seperti China, India, Arab, Malaysia, Aceh, Siam, Burma, dan Eropa.

Saya terpukau dengan negara bagian Malaysia ini ketika pertama kali melihatnya dari ketinggian. Gedung-gedung menjulang tinggi yang tertata rapi. Rasa kagum saya semakin bertambah ketika melihat George Town dari dekat. Dibalik perkembangan modernitas, negara bagian ini tetap merawat dengan sangat baik gedung-gedung historikal warisan peninggalan sejak ratusan tahun. George Town,  kota yang sangat rapi, bersih, dan kaya akan budaya  memang “must do visit”.

Unforgettable Penang - 22.08.2013

Penang itu mengingatkan saya….
Pertama kali solo traveling.
Pertama kali menjadi guest couchsurfing di tempat orang lokal Malaysia.
Bertemu dengan driver perempuan Rapid Penang yang baik hati ketika perjalanan pulang di malam hari ke Taman Pekaka. 
Mupeng lihat orang jalan berdua dengan pasangannya di Bukit Bendera :D
Yang terakhir rasanya ingin diabaikan tetapi tetap gak bisa #lol
Dan banyak kenangan lainnya. Traveling itu membuat kamu bertambah kaya pengalaman dan cerita hidup.

Ceritanya…
Di Singapura sebelumnya, saya mempunyai teman jalan kemana-mana yaitu Ummi, Winda dan Tika. Ke Penang pertama kalinya saya benar-benar memulai perjalanan seorang diri. Ini adalah pengalaman pertama saya solo traveling ke luar negri. Saya sengaja untuk tidak terlalu serius mencari teman jalan dari Indonesia karena saya benar-benar ingin merasakan pengalaman yang berbeda dengan jalan-jalan sendiri.

Saya pun mencari teman baru, host “orang lokal" Penang, dari situs couchsurfing. Seseorang yang bersedia memberikan saya tempat tinggal gratis selama saya di daerah tersebut, sekaligus menjadi teman sharing info rekomendasi tempat yang menarik untuk diunjungi. Adalah Rafizan “couchsurfer Penang”, sebulan sebelum keberangkatan telah mengiyakan bahwa dia bersedia menjadi “host saya”. Mendapat teman baru, berpikir bebas kemana saja tanpa batasan waktu, berinteraksi dengan penduduk lokal adalah pengalaman yang ingin saya rasakan.

Monday 19 May 2014

From The Plane Window, Jakarta - Kuala Lumpur #AK385

Dari balik jendela Air Asia AK385, saya mengabadikan foto-foto di bawah ini. Penerbangan dari Jakarta, Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Terminal 3 , Soekarno Hatta International Airport

Tuesday 13 May 2014

Singapura, Surga Ruang Terbuka Hijau

Singapura adalah negara dengan luas wilayah daratan sekitar 716 km2 (peringkat 190 luas wilayah negara di dunia). Negara yang hanya sebesar kota Jakarta ini, telah mampu menyulap sebagian wilayahnya menjadi ruang terbuka hijau (green spaces) sehingga negara kota ini tidak hanya didominasi oleh pemandangan gedung-gedung dengan segala modernitasnya tetapi juga pemandangan hijau bernuansa alam. Di Singapura, kita tidak akan menemukan ada lahan yang menganggur tanpa fungsi. Dengan konsep City in a Garden, taman sebagai ruang terbuka hijau menjadi tempat wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungin. Garden by the Bay, Chinese & Japanase Garden, dan Singapore Botanic Gardens adalah contoh ruang terbuka hijau di Singapura.

1. Garden by the Bay
Terletak di kawasan Marina Bay. Adalah taman yang dibuat dari hasil reklamasi laut seluas 101 Ha. Garden by the Bay merupakan salah satu objek wisata yang terbilang baru sejak diresmikan pertengahan tahun 2012 lalu. Taman ini dibagi dalam 3 bagian : Bay South Garden, Bay East Garden, & Bay Central Garden. Taman terbesar adalah Bay South Garden seluas 54 Ha. Informasi lanjut klik  Garden by the Bay.

How to get Garden by the Bay...MRT terdekat adalah Bayfront MRT Station (jalur kuning atau circle line), keluar melalu exit B atau dari Marina Bay Sands berjalan ke arah selatan.

Garden Admission...Outdoor garden di Bay South Garden gratis biaya masuk. Konservatori (Flower Dome & Cloud Forest) dikenakan biaya masuk $28 untuk dewasa dan $15 untuk anak-anak. Supertree Grove, untuk masuk ke taman gratis namun untuk menaiki OCBC Highway dikenakan biaya $5 untuk dewasa & $3 untuk anak-anak

Saturday 10 May 2014

Singapura, Berjalan Kaki dari Lavender hingga Marina Bay

Jika di list inilah kegiatan yang paling sering dilakukan pelancong bila berkunjung ke Singapura.....

Shopping. Memang bagi sebagian besar pelancong, belanja barang-barang brand International, Singapura adalah tempatnya. Pusat perbelanjaan di sepanjang Orchard Road salah satunya yang paling tersohor dari Singapura. Tetapi, (tidak) bagi traveler seperti saya yang terbatas budget. Pusat perbelanjaan kerajinan lokal di Bugis street, Little India, Arab Street, atau Chinatown bisa menjadi alternatif bagi budget traveler yang sekedar ingin mencari souvenir menarik ala Singapura.

Mengunjugi Sentosa Island yang menawarkan berbagai tempat hiburan dan atraksi wisata. Universal Studios Singapore adalah salah satu spot wisata berjuta ummat yang wajib dikunjungin. Bila anda benar-benar ingin  puas menjelajahi Sentosa Island tidak akan cukup waktu satu hari dan tentunya ada harus mengeluarkan budget lebih karena dikenakan biaya masuk untuk setiap tempat wisata.

Menjelajah Singapura dengan menggunakan transportasi umum. Untuk merasakan transportasi kelas dunia yang nyaman, cepat, modern, maka tidak perlu jauh-jauh datanglah ke negara tetangga kita ini. MRT (The Mass Rapid Transit) adalah yang paling cepat & nyaman untuk menjelajah seluruh Singapura.  

City Tour dengan berjalan kaki. Negara Singapura adalah negara yang hanya seluas kota Jakarta. Negara yang menurut saya sangat jauh dari kata macet dan sangat tertib berlalu lintas. Kebijakan pemerintah Singapura memang sangat ketat mengenai aturan pembatasan jumlah penggunaan kenderaan pribadi di jalanan. Jarang pula ditemukan jembatan penyebarangan yang dibuat tinggi dengan puluhan anak tangga yang membuat lelah penyebrang jalan. Trotoar bagi para pejalan kaki dibuat nyaman & tentunya aman. Bila ingin melihat dan menikmati spot-spot menarik, berjalan kaki tidak ada salahnya. Selain menyenangkan dan sudah pasti murah meriah (asalkan kondisi fisik kuat & sehat yaa :D ).

Wednesday 7 May 2014

Perjalanan 15 Hari Menjelajah 5 Negara Asia Tenggara




Behind the Story...Inilah efeknya jika terlalu banyak membaca & mendengar cerita pengalamanan seru orang-orang yang pergi menjelajah ke berbagai daerah atau negara di bumi ini. Kemudian cerita itu akan menyebarkan virus mematikan yang membuat penasaran dan kita ingin mengalaminya sendiri.

Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja dan Vietnam merupakan negara-negara yang termasuk ke dalam kawasan Asia Tenggara. Singapura : negara kota yang modern, bersih, aman dan memiliki kemudahan akses transportasi hingga ke seluruh penjuru Singapura. Penang, Malaysia : jika ingin merasakan ramah tamahnya penduduk multietnik Malaysia maka datanglah ke Penang. Ho Chi Minh City, Vietnam : kota dengan ribuan sepeda motor yang memadatin jalanan namun tak pernah sepi dengan banyaknya turis asing yang berjalan kaki di trotoar jalanan kota. Phnom Penh, ibukota negara Kamboja yang membuat saya tersadar betapa bersyukurnya hidup di Indonesia. Siem Reap, Kamboja : terkenal ke penjuru dunia karena megahnya peninggalan peradaban "Angkor Watt". Bangkok, Thailand : kota yang membuat saya penasaran dengan gelarnya “one of the world’s top tourist destination”.

Thursday 30 January 2014

Jalan-Jalan ke Dataran Tinggi Dieng



Bagi saya suatu trip yang tidak direncanakan secara matang bukanlah penghalang untuk melaksanakannya. Spontanitas trip bahkan memberikan cerita tersendiri pastinya. Ya,,jalan-jalan ke Dieng awalnya hanyalah sebuah ajakan spontan Selly via medsos. Hanya berselang waktu kurang dari seminggu saja, obrolan biasa itu pun menjadi sebuah liburan singkat dengan cerita yang luar biasa di dalamnya. Kejadian yang kurang mengenakkan seperti tertipu calo tiket bus di Terminal Lebak Bulus, tidur dengan seprai kasur losmen yang tidak diganti dan pengalaman tak mengenakkan lainnya, terbalas lunas karena bisa menikmati suasana dataran tinggi Dieng yang luar biasa. 

Hari 1 : Perjalanan dari Jakarta Menuju Wonosobo
Saya janjian dengan Selly bertemu di Terminal Lebak Bulus pada pukul 18.30 WIB.  Sesampainya di sana kami langsung mencari loket penjualan tiket ke dalam terminal (note : saya baru tahu kalau pejalan kaki pun dipungut biaya masuk sebesar x rupiah oleh petugas y jika masuk ke dalam terminal #yaampun). Di dalam terminal, calo dimana-mana. Kami terjebak dengan perkataan seorang calo bahwa tidak ada lagi bus ke Wonosobo di waktu malam. Kita pun terpaksa membeli tiket di sebuah loket Rp 155.000,-  bus eksekutif yang katanya akan langsung berangkat sekitar jam 19.30. Namun yang terjadi adalah bus yang tidak eksekutif dan berangkatnya lama sekali karena harus menunggu penumpang penuh. Sewaktu menunggu keberangkatan, Selly iseng bertanya kepada bapak kondektor bus, dia berkata bahwa sebenarnya harga tiket yang diperoleh si supir dari calo hanya Rp 75.000,- saja bahkan tujuan beberapa penumpang bahkan bukan lah tujuan akhir bus ini. Huahh,,benar-benar sesuka hati calo!. Akhirnya bus yang membawa kami ke Wonosobo berangkat sekitar jam 22.00. Oke lupakan korban percaloan :) 
Note : Terminal Lebak Bulus sudah ditutup per Januari 2014. Penutupan dilakukan karena terminal itu akan dijadikan terminal Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.