Sungai Mekong, Vietnam |
Selama lebih
dari satu dasawarsa genre Korea telah memberi warna tersendiri dalam hidup
saya. Ceile bahasanya..Entah itu dalam kondisi apapun, yang jelas tidak
sehari pun terlepas dari yang namanya berbau-bau Korea. Sebut saja,
sehari-hari adalah wajib bagi saya untuk mendengarkan list lagu Korea favorit dan
adalah wajib untuk update K-drama terbaru.Haha, segitunya ya kak!. Lalu bagaimana saat saya traveling? Bukan
berarti efek sedang traveling di Vietnam benar-benar membuat saya lepas dari
gelombang negara abang Kyuhyun ini .
Kejadian ke-1..Kembali ke waktu pertama kali mendarat di Tan Son Nhat Airport...Ketika sedang menunggu antrian imigrasi kedatangan, tiba-tiba mata tertuju kepada dua orang lelaki asing yang ada di depan antrian saya. Tentu saya bisa langsung memastikan asal negara dari perawakan mereka, pastilah Korea (entah itu Utara atau Selatan). Selama menunggu antrian, di antara beberapa bahasa percakapan orang-orang di sekitar yang tak saya mengerti hanya ada satu bahasa yg tidak asing lagi di telinga saya. Yap apalagi kalau bukan bahasa yang hampir setiap sore saya dengar di K-Drama channel tv favorit saya. Jadilah, sepanjang menunggu antrian, mencoba mengartikan apa yang dibicarakan oleh 2 orang oppa ini (oppa : abang). Jurus ampuh mengatasi kejenuhan dalam mengantri. Ohh,, come on!! ini Vietnam Ran, bukan Korea.. Haha,,mengapa tidak bisa sehari pun lepas dari yang berbau-bau Korea.
Kejadian ke- 2.. Hari kedua di Ho Chi Minh.. Sewaktu ikut tur Cu Chi Thunnel. Si pemandu
wisata kami bercerita bahwa “dari sekian banyak populasi orang asing di Saigon, yang paling
mudah ditemukan adalah orang Korea”. Entah benar atau
tidak, terbukti dari intensitas penerbangan
nonstop Ho Chi Minh City ke Seoul atau sebaliknya adalah yang paling banyak. Atau lihat
saja pesatnya ekspansi bisnis industri pabrikan salah satu brand elektronik ternama asal
negri ginseng di Ho Chi Minh. Efeknya tentu semakin banyak orang Korea yang
masuk dan keluar dari negara Paman Ho ini baik itu untuk urusan bisnis ataupun
untuk liburan.
Kejadian ke-3..Chi Linh
merekomendasikan trip Delta Mekong. Chi Linh bercerita bahwa Mekong Delta One Day Trip paling diminati di kalangan
turis asing. Trip ini membawa kamu untuk lebih mengenal realita
kehidupan tradisional masyarakat di Vietnam Selatan. Tetapi mungkin trip ini
akan kurang menarik bagimu karena hal-hal yang akan ditunjukkan
di trip ini hampir semua ada di negaramu yang juga negara tropis, kelakar chi
Linh kepada saya. Intinya trip ini mengajak kita untuk mengenal bagaimana kehidupan dan
lingkungan masyarakat negara tropis Vietnam di Delta
Mekong. Hmmm,,okeh terlepas dari menarik atau tidak, saya benar-benar
ingin merasakan tur menjelajah Sungai Mekong yang sejak lama sudah membuat saya
penasaran. Toh juga ini rasa Vietnam, pastinya akan ada hal berbeda yang saya
dapat dari tur ini.
Jadilah sehari sebelum trip saya memesan satu tiket Mekong Delta One Day
Trip (My Tho – Ben Tre) langsung di kantor TheSinh
Tourist. Dengan harga tiket untuk one day trip 209.000 VND atau sekitar 105.000
IDR. Sudah termasuk
harga tiket : transportasi bus AC pp, boat trip, tour guide English speaking,
light lunch, fruit snack, and 1 bottle of dringking water. Untuk light lunch saya
sendiri diberi special menu “no meat” . Ketika mendaftar, ternyata
admin TheSinh Tourist telah paham mengenai kekhususan menu makanan (halal) bagi
turis muslim. For more information click here : www.thesinhtourist.vn.
Pukul 08.00 pagi waktu Vietnam, saya sudah standby di kantor TheSinh Tourist untuk menunggu keberangkatan bus Mekong Delta Trip. Rupa-rupanya rombongan trip ini didominasi oleh orang Korea. Rombongan terdiri dari 17 orang (13 orang Korea, 2 orang lelaki Prancis, 1 wanita Jepang, dan saya sendiri wanita Indonesia ). Di sinilah cerita Trip Satu Hari Delta Mekong Rasa Korea itu berawal!
Pukul 08.00 pagi waktu Vietnam, saya sudah standby di kantor TheSinh Tourist untuk menunggu keberangkatan bus Mekong Delta Trip. Rupa-rupanya rombongan trip ini didominasi oleh orang Korea. Rombongan terdiri dari 17 orang (13 orang Korea, 2 orang lelaki Prancis, 1 wanita Jepang, dan saya sendiri wanita Indonesia ). Di sinilah cerita Trip Satu Hari Delta Mekong Rasa Korea itu berawal!
-horz.jpg)
Tiket Trip Delta Mekong & Kantor TheSinh
Tourist
Various kinds of coconut
Jeruk Bali atau Citrus grandis. Udah jarang menemukan buah beginian

Dan menyadari satu grup trip dengan kembaran ajusshi Choi Jung-woo (aktor senior Korea) #randompic #lol
Makanan saya yang berbeda ternyata membuat mereka penasaran. Saya menjelaskan bahwa saya vegetarian jika sedang traveling dan saya jelaskan bahwa di agama saya tidak membolehkan makanan tertentu (yang tidak halal). "Aaaaa (oo begitu)" kata mereka.
Demikianlah cerita pengalaman saya mengikuti "Mekong Delta one day trip" rasa Korea. Dari perjalanan ini saya melihat betapa keseriusan Vietnam (baik itu pengelolaan fasilitas, transportasi dan promosi) sehingga menjadikan Mekong Delta menjadi andalan destinasi wisata yang berkelas internasional. Lihat saja betapa antusiasnya dan bahagianya turis-turis asing itu dalam mengikuti trip Delta Mekong ini. Salut!!
Sesuai jadwal, bus
berangkat jam 8.30 dari kawasan De Tham Street menuju
My Tho. Pemandu wisata kami sebut
saja namanya Ong Saigon aka abang Vietnam, mulai bercerita
tentang Delta Mekong.
Mekong Delta dalam
bahasa Vietnam disebut Đồng bằng Sông Cửu Long atau Nine Dragon
River Delta. Terletak di wilayah barat daya Vietnam dimana tempat bermuara
Sungai Mekong menuju Laut China Selatan dan hulunya berasal dari Dataran Tinggi
Tibet, China. Daerah Delta Mekong meliputi sebagian besar daerah tenggara Vietnam seluas 39.000 km
persegi. Karena berada di daerah muara tentu saja kawasan ini terkenal subur. Daerah yang kaya akan produk pertanian
dan perikanan. Karena tanah
suburnya, Delta Mekong merupakan daerah lumbung beras bagi Vietnam.

Vietnam Mekong
Delta Map
Perjalanan menuju My Tho ditempuh
selama kurang lebih 2 jam. My Tho merupakan kota terdekat dari daerah Delta Mekong ke Ho Chi
Minh City.
-horz.jpg)
Pemandangan dari Saigon ke My Tho
Sepanjang perjalanan menuju My
Tho disuguhi oleh pemandangan hijaunya hamparan padi yang tumbuh subur di delta
ini.

Sungai Mekong memegang peranan penting bagi transportasi perairan Vietnam
Sesampainya di My Tho, kami diajak menuju dermaga
sungai. Kemudian menaiki motor boat kayu. Dari dermaga
ini-lah cerita petualangan menyusuri keindahan Delta Mekong dimulai. Rute trip
ini adalah menyusuri Delta Mekong dari My Tho menuju Ben
Tre. Pelayaran motor boat menjelajah Ben Tre akan berhenti di Dragron, Unicorn and Phoenix Island.
Pemandangan Sepanjang Perjalanan Menuju Ben Tre
Pohon kelapa termasuk jenis tumbuhan dominan yang tumbuh
sumbur di delta ini
Rumah-rumah panggung masyarakat berdiri di sepanjang bibir Sungai Mekong |
Realita
pemandangan di atas sebenarnya sudah tidak asing bagi saya sendiri karena di
tanah air pun sudah menjadi pemandangan yang biasa terutama daerah domisili
saya sekarang yaitu Tana Tidung, Kalimantan Utara. Tetapi tentu berbeda dengan turis
Korea, Jepang, dan Prancis di kelompok tur ini. Mereka terlihat begitu bahagia menikmati pemandangan Delta Mekong
ini.
Pemberhentian pertama. Kami diajak berjalan
menyusuri jalan setapak yang sebagian besar sudah dibuat permanen dan melihat berbagai
jenis tanaman buah tropis tumbuh subur di delta ini. Ada nangka, nenas, pisang,
jeruk,mangga dan berbagai jenis kelapa hingga berbagai macam tanaman bumbu
dapur. Saya sendiri bukannya fokus terhadap penjelasan Ong Saigon tentang berbagai macam buah tropis ini.,
malah lebih fokus mengabadikan moment ekpresi takjub penuh
bahagia peserta trip dari Korea. Bagi mereka bisa langsung melihat tumbuhan buah-buah tropis ini
adalah sesuatu yang amazing. Ong Saigon berkata bahwa tumbuhan ini banyak
tumbuh di negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kemudian semua peserta
melirik ke saya karena saya adalah satu-satunya orang Asia Tenggara di trip
ini. (Mungkin mereka bingung kalau beginian ada di negara saya mengapa saya
harus jauh-jauh datang ke Vietnam untuk ikut tur ini #entahlah).

Menyenangkan melihat pohon pisang dan kelapa secara langsung “dari
sudut pandang orang Korea"

Various kinds of coconut

Jeruk Bali atau Citrus grandis. Udah jarang menemukan buah beginian

Dan menyadari satu grup trip dengan kembaran ajusshi Choi Jung-woo (aktor senior Korea) #randompic #lol
Setelah menjelajah seisi kebun tanaman tropis ini dilanjut melihat makanan olahan kelapa dan berbagai jenis kerajian
tangan berbahan kelapa di salah satu workshop. Jika berminat silahkan berbelanja sebagai oleh-oleh. Hmm,,saya sendiri merasakan taster gratisan makanan olahan kelapa sudah cukup. "Haha, dasar si kakak mah demen gratisan".

Olahan makanan dari buah kelapa dan kerajian tangan dari bahan kelapa
Tidak terasa telah tiba waktu makan siang. Kami pun diajak bersantai di sebuah pondok kayu. Peserta trip dibagi ke 4 meja
makan. Saya, Keiko (bukan nama asli), dan 3 orang
Korea dalam satu meja makan. Sambil menunggu makanan utama dihidang. Di sinilah
saya mulai mengobrol secara intens dengan turis negara Asia Timur tersebut. Ceritanya si eonni bersama 2 orang sahabatnya penasaran
kok bisa saya sedikit berbahasa Korea."Tentu saja eonni, yang di depanmu ini
adalah pecinta K-drama sejati" jawab saya dalam hati #lol. Si Eonni kemudian membuat lelucon
bahwa teman satunya adalah kembaran “PSY” (penyanyi yang ngehits sejak tahun
2012 dengan lagu Gangnam Style). Ketika makanan sudah terhidang di meja kita, saya pun mencoba mempraktikkan bahasa Korea saya yang tak ada apa-apanya. "Mani bogo!” (makan yang banyak), haha. Percakapan ini semakin menambah senyum ketiga teman baru saya itu.
Keiko juga ikut terbawa suasana persahabatan beda negara ini.

Sajian santapan makan siang
Hidangan yang disajikan lagi-lagi tidak asing semangkuk kecil sup (mengandung
daging), nasi putih, sayur tumis-tumisan,satu porsi besar ikan goreng (ikan apa
ya' namanya?), saus cabai, dan goi cuon (summer roll) . Menu makanan termasuk
dalam paket tur sedangkan minuman dibeli secara terpisah. Karena keakraban
selama makan siang ini, si brother PSY membayar minuman kami satu
meja. "Kamsahamnida brother".
Makanan saya yang berbeda ternyata membuat mereka penasaran. Saya menjelaskan bahwa saya vegetarian jika sedang traveling dan saya jelaskan bahwa di agama saya tidak membolehkan makanan tertentu (yang tidak halal). "Aaaaa (oo begitu)" kata mereka.
Ohh iaa eonni adalah seorang suster yang hobi traveling. Dan temannya si abang
“PSY” itu sangat lucu penuh dengan guyonan yang membuat saya tak berhenti
tersenyum di trip ini. Ceritanya dalam waktu dekat dia akan traveling ke
Indonesia tepatnya Pulau Bintan. Saya pun menceritakan sedikit tentang
Bintan karena saya memang pernah kesana. Mencoba promosi ceritanya :).
Melanjutkan pelayaran menyusuri Sungai Mekong. Semakin menuju aliran sungai
yang lebih kecil dan didominasi oleh tanaman nipah di tepi kiri kanan sungai.


Hutan Nipah Vietnam, Indonesia juga punya (contoh Kalimantan Utara) yang
jauh lebih rimba menurut saya
(just info)
Pemberhentian kedua. Kami diajak melihat pabrik pemanfaatan pohon kelapa. Dan melihat
produk yang dapat dihasilkan oleh tumbuhan
yang hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan.
Kelapa (Cocos nucifera) : Tree of Life
Dilanjutkan
dengan melihat peternakan lebah madu. Dan mencicipi segelas kecil madu dengan gratis. Jika
berminat, dijual juga madu dan bee pollen dalam kemasan botol .

Bee & Honey
Tiba-tiba di tengah trip, hujan deras mengguyur daerah delta ini. Kami pun menjadi lebih lama duduk santai menunggu hujan reda di pondok. Obrolan kembali berlanjut dengan teman
Korea dan Jepang baru saya ini. Ceritanya…si eonni salut
mendengar cerita keberanian solo traveling pertama saya ini. Sampai-sampai
bertanya status ketika melihat cincin di jari saya “padahal hanya aksesoris tidak lebih” ..atau…(mungkin si eonni mau mengenalkan adik lelakinya yang di Korea sana #ngayal). Karena
mendengar pembicaraan orang-orang di sini, Mekong Delta telah berubah menjadi
berasa Korea.
Tebak yang mana “brother” PSY?
Setelah
hujan reda, kami berjalan menyusuri jalan setapak melewati kebun kelapa.Sampai
lah kami di ujung jalan di sebuah
perkampungan kecil. Pedati kuda milik penduduk lokal telah menanti untuk
mengantar kami ke tujuan selanjutnya. Menaiki pedati juga bukanlah yang pertama
bagi saya. Berbeda dengan 2 orang pasangan muda-mudi Korea yang satu pedati dengan
saya. Mereka tampak sangat kegirangan mengabadikan momen bahagia menaiki
kendaraan tradisional yang tidak ada di negara mereka.

Kemudian berhenti di depan sebuah gang sempit. Lanjut berjalan melewati gang
semi permanen. Tibalah kami
di sebuah gazebo pertemuan yang sudah diisi lumayan ramai dengan (kelompok trip
lain ). Sambil melihat pertunjukan musik tradisional diiringi penyanyi lokal,
kami disuguhin oleh aneka buah tropis. Ada buah naga, semangka, rambutan dan
rambe. Bagi saya yang tidak asing dengan
buah-buahan ini, membantu
teman baru saya menjelaskan bagaimana cara memakan buah tropis tersebut.

Di sela-sela pertunjukan terdapat sebuah tantangan dari
seorang pawang ular untuk melingkarkan ular piton nya kepada turis yang berani.
Entah efek apa saya pun menjadi peserta wanita pertama yang berani melingkarkan
ular tersebut di leher saya dan membiarkannnya menjulur beberapa saat (mungkin
efek tatapan mata salah satu abang Korea di sini). Sampai-sampai salah
seorang cewek Korea bilang “you’re
so brave”.

Playing with Python “Korean Version”

Playing with Python “Korean Girl eh Batak Version”
Lanjut menuju
aliran sungai kecil. Kami menaiki perahu kecil yang dikemudikan oleh penduduk
lokal. Menyusuri aliran sungai dengan perahu yang hanya di isi oleh 4 orang
termasuk pendayung. Melewati belantara nipah menuju muara, pertemuan
dengan Sungai Mekong, dimana motor boat kami telah menunggu untuk lanjut ke
destinasi selanjutnya. Sepanjang perjalanan menuju muara sungai ini menurut
saya yang paling epic bukannya merasakan suasana Sungai Mekong khas
Vietnam malah berasa seperti menyusuri Sungai Han, efek dari mendengarkan percakapan
romantis pasangan Korea yang satu perahu dengan saya .


Pemberhentian terakhir. Mengunjungi lokasi pembuatan
dan penjualan oleh-oleh khas
Delta Mekong berupa permen kelapa.
Pabrik pembuatan coconut candies

Challenge : mengupas kulit kelapa. Siapa yang berhasil? Ong Saigon (tour
guide) kami atau Oppa Korea ini?
Berakhir
sudah trip Delta Mekong. Kami pun kembali ke dermaga dengan backsound hujan
deras mengguyur delta emas ini.
Sebelum berpisah, anak dari salah satu keluarga Korea trip ini mengucapkan salam perpisahan, "nice to meet you, see you next time" begitulah katanya kepada saya di akhir perjumpaan. Huahh padahal sepanjang trip, abang Korea yang satu ini selalu diam dan hanya senyum-senyum memperhatikan pembicaraan saya dan eonni. Kalimat terakhirnya itu! #kode #abaikansaja #lol.
Sebelum berpisah, anak dari salah satu keluarga Korea trip ini mengucapkan salam perpisahan, "nice to meet you, see you next time" begitulah katanya kepada saya di akhir perjumpaan. Huahh padahal sepanjang trip, abang Korea yang satu ini selalu diam dan hanya senyum-senyum memperhatikan pembicaraan saya dan eonni. Kalimat terakhirnya itu! #kode #abaikansaja #lol.
Demikianlah cerita pengalaman saya mengikuti "Mekong Delta one day trip" rasa Korea. Dari perjalanan ini saya melihat betapa keseriusan Vietnam (baik itu pengelolaan fasilitas, transportasi dan promosi) sehingga menjadikan Mekong Delta menjadi andalan destinasi wisata yang berkelas internasional. Lihat saja betapa antusiasnya dan bahagianya turis-turis asing itu dalam mengikuti trip Delta Mekong ini. Salut!!
Annyeonghi
gasibsio, Mekong Delta!!
tạm biệt!!
Bye bye
----------------------------
Eonni (baca onni) :
panggilan untuk kakak perempuan dari adik perempuan
Oppa (baca uppa) : panggilan
untuk kakak laki-laki dari adik perempuan
Ajusshi : panggilan untuk
pria yang lebih tua dan sudah menikah
Delta: tanah datar hasil
pengendapan yang dibentuk oleh sungai, muara sungai, dimana timbunan sediment
tersebut mengakibatkan propagradasi yang tidak teratur pada garis pantai
(Coleman, 1968; Scott & Fischer, 1969)
Nipah : sejenis palem (palma) yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut dekat tepi laut
Nipah : sejenis palem (palma) yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut dekat tepi laut
No comments:
Post a Comment