Friday, 4 May 2018

12 Hari Menjelajah Hong Kong

12 Hari Menjelajah Hong Kong
Assalamualaikum nitijen yang budiman. Lei homa! Rasanya hampir seabad kita tak bersua kan kak?😂😂 Efek kakak kelamaan tinggal di hutan Krassi jadinya ya susah payah bagi saya ngumpulin mood mengupdate postingan terbaru di blog tercintah ini, halah….Baiklah, sudah lama saya ingin berbagi cerita travelscapeengineer edisi Hong Kong. Traveling nya setahun lalu namun baru sekarang di posting. Maafkanlah ya!
 
Ngomong – ngomong kak, Hong Kong (HK) itu negara yang unik. Mengapa saya bilang unik? Yapp, katanya sebuah negara namun tak punya ibukota, begitulah Hong Kong. Sebenarnya secara resmi HK berstatus Daerah Administratif Khusus China. Yang artinya dalam semua bidang HK mengatur sendiri pemerintahannya kecuali bidang pertahanan dan luar negeri yang masih diatur oleh China. HK lebih terbuka terhadap dunia luar karena menganut paham kapitalisme beda dengan China yang masih konservatif karena menganut paham sosialisme. Satu Negara Dua Sistem begitulah istilahnya. Meskipun dibilang satu negara dengan China namun masyarakat HK yang akan traveling ke kawasan China daratan (mainland) butuh paspor, begitu pula sebaiknya.

Bagaimana ceritanya saya traveling ke HK? Lagi – lagi semua berawal dari keisengan searching tiket murah meriah dikala katek gawe (gak ada kerjaan) di kantor, upss awas ketahuan bos. Ceritanya bulan Desember 2016, saya tergiur tiket Malaysia Airlines, Jakarta -  KL - Hong Kong, via aplikasi traveloka. Random searching untuk keberangkatan tanggal 4 April 2017 dan pulangnya tanggal 16 April. Dapatnya sekitar 2,5 juta rupiah (pp), dibilang promo aka tiket murah meriah ya nggak juga kak. Berhubung memang berniat ingin traveling ke HK dan lagi pula saya tak perlu repot dengan urusan visa karena WNI bebas visa turis ke HK, terpedaya lah saya untuk membeli tiket pesawat ke Hong Kong. Khayalan nya mana tahu bisa ketemu om Andy Lau di sana, ya kan? Hehe, menghayal. 

Punya alokasi waktu liburan di Hong Kong yang lumayan lama yakni 12 hari, saya pun mengincar untuk bisa sekaligus jalan – jalan ke Macau & Shenzen. Macau juga bebas visa dan Shenzen bisa dengan VoA. Yaa, begitulah rencana awal perjalanan saya…..Dan pada kenyataannya, begitu sudah di Hong Kong, saya tak jadi ke Macau & Shenzen. Jujur, ternyata HK lebih menarik dari yang saya bayangkan sebelumnya. Hong Kong itu bukan hanya sekedar hits dengan Disneyland nya, view Victoria Harbour nya ataupun wisata city tour nya, Hongkong ternyata punya segudang jalur trail perbukitan yang memukau. Hingga membuat saya keranjingan untuk tak hanya sekali mendaki di Hong Kong. Jadilah selama 12 hari full saya hanya wara wiri  menjelajah Hong Kong saja, gak jadi nyebrang ke Macau ataupun Shenzen, China.

Beberapa jam sebelum kejadian nge-trail dalam kegelapan selama 2 jam, bekal minum sekarat, di dalam hutan seorang diri pula. Ahh, entah apa jadinya. (Plover Cove Country Trail HK, 10 April 2017)

Sebagai negara yang beriklim subtropis, pada saat saya berkunjung pada awal bulan April, negara ini lagi musim semi. Temperatur harian  berkisar 16 derajat celcius hingga 25 derajat celcius. Meskipun tak ada panorama cherry blossom seperti di Korea, bisa melihat anggrek khas HK bermekaran memanjakan mata saja sudah buat saya bahagia. Panorama langit HK begitu cerah, saya suka udaranya sejuk sepanjang hari, gak dingin dan gak begitu panas. Kemana-mana jalan kaki rasanya begitu nyaman. Bahkan hujan hanya sekali turun ketika saya di HK. Bulan April memang bulan yang nyaman buat traveling di HK. FYI, bulan Agustus (4 bulan setelahnya) terjadi typhoon. Badai Hato menerjang cukup parah HK dan semenanjung China bagian selatan. Gak kebayang, seandainya saja saya ke HK bulan Agustus otomatis saya gak akan bisa merasakan betapa nikmatnya bisa trekking Hong Kong sepuasnya.

Untuk urusan penginapan selama di HK, saya hanya sekali berpindah tempat menginap. Lokasi pertama saya menginap di downtown HK yakni kawasan Tsim Tsa Tsui (TST) dekat dengan Masjid Kowloon. Sengaja saya memilih TST supaya gampang mencari makanan halal. Lokasi kedua tempat saya menginap yakni Tai Me Tuk. Kawasan pinggiran kota, benar – benar jauh dari pusat keramaian HK malah. Dari 2 lokasi tersebut saya bisa merasakan pengalaman yang berbeda dari HK. 

Transportasi HK tak perlu diragukan lagi. HK sangat memanjakan wisatawan nya. Mau kemana-mana mudah. Sistem transportasinya sangat baik. Paling sering saya naik MTR (kereta bawah tanahnya HK) yang hampir menjangkau semua wilayah HK mulai dari Lantau Island, Kowloon, Hongkong Island hingga New Territories. Dan sekali keliling Hongkong Island naik tram "ding ding" menyusuri sepanjang northern coast. Untuk menjangkau Tai Me Tuk, saya menaiki minibus. Gak perlu takut tersesat, petunjuk di setiap halte bus ataupun stasiun MTR dibuat dalam 2 bahasa yakni Kanton dan English. Pembayaran transportasinya simple, hanya dengan Octopus Card yang bisa diisi ulang. Dan tentu saja downtown HK paling nyaman buat pejalan kaki. 

Karena bahasa Inggris adalah salah satu bahasa pengantar resmi yang dipergunakan oleh penduduk HK setelah bahasa Kanton, so tak perlu khawatir terkendala komunikasi ketika traveling ke HK ya kak. Meskipun kadang – kadang saya tak begitu mengerti dengan dialek Inggris nya orang HK ya paling nggak saya tak kesulitan dibanding ketika saya traveling ke Provinsi Yunnan, China dulu. Waktu ke China mah benar-benar kebanyakan pakai bahasa tubuh hehe, pintar bahasa Inggris juga gak kepakai. 

Oh iya, di HK ketemu teman sebangsa dan setanah air  yang sama-sama solo traveler. Jadi lah beberapa hari saya punya teman jalan dan ngobrol ngalor ngidul. Begitu pula di beberapa kawasan HK seperti Causeway Bay, Victoria Park, TST ataupun pusat keramaian HK lainnya lumayan sering berpapasan entah itu sesama pejalan ataupun mereka yang sedang bekerja di HK. Bahkan saya punya cerita unik ketika ketemu beberapa orang teman sebangsa setanah air di sini, saya mah seringnya dikira TKI oleh mereka bukan sebagai pelancong, hehe. Kamu yang solo traveler dijamin gak akan puasa ngomong atau dengar bahasa Indonesia selama di HK. 

Kemana saja saya selama 12 hari di Hong Kong? Kira-kira berapa HKD (Hong Kong Dollar) budget selama di sana? Dan apa saja cerita menarik yang saya dapat selama di HK? Akan saya share di postingan yang berbeda. So please wait ya kak!

No comments:

Post a comment