Wednesday, 11 January 2017

Terpana Pacitan...part 2

Pantai Banyu Tibo
Dari Goa Gong, memacu motor menuju Pantai Banyu Tibo. Inilah pantai pesisir selatan, ujung timur dari Kabupaten Pacitan sekaligus Provinsi Jawa Timur yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Butuh perjalanan sekitar setengah jam (11 km) untuk sampai ke sana. Mendekati Pantai Banyu Tibo lebar jalan yang dilalui lebih kecil dibanding jalan raya sebelumnya. Bagusnya penanda arah ke pantai – pantai  wisata di Pacitan sangat jelas sehingga memudahkan bagi yang membawa kendaraan pribadi. Tiket masuk ke Pantai Tibo sebesar 5.000 IDR.

 

Dinamakan Banyu Tibo karena pada bibir pantai nya ada air terjun yang berasal dari sungai kecil di atasnya. Dalam Bahasa Jawa banyu berarti air sedangkan tibo berarti jatuh. Terlihat ombak laut yang menghempas ke tebing tempat jatuhnya air tawar sangat ganas. Ya, tak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini, hanya bisa memandang panorama Banyu Tibo. Karena sangat berbahaya, jangan coba-coba turun ke dasar tebing air terjun ya kak. Sayangnya sekitaran pantai ini sudah ramai dengan lapak pedagang makanan/minuman jadi jadi tak seorisinal yang saya bayangkan sebelumnya.

Pantai Klayar
Dari Pantai Banyu Tibo lanjut ke Pantai Klayar, sejauh 9 km atau 20 menit perjalanan menyusuri jalan berkontur perbukitan. Akses menuju Pantai Klayar juga lumayan bagus. Apalagi jalan raya beraspalnya tembus hingga ke kawasan pantai. Tiket masuk ke Pantai Klayar sebesar 7.000 IDR.

 

Pantai Klayar memiliki garis pantai sepanjang 350 meter. Pesisir pantai berupa pasir putih dengan kontor cukup landai dan luas. Berlatar deretan pohon kelapa menjulang tinggi. Ombak Pantai Klayar tak seganas Pantai Banyu Tibo jadi kita masih bisa berjalan-jalan di tepian pantai. Namun demikan, pengunjung tetap tidak diperbolehkan untuk berenang. Di sisi timur pantai ada pilar batu kapur dan karang raksasa bentuknya mirip Sphinx di Mesir. Inilah yang menjadi ikonik Pantai Klayar.

 

Sampang di ujung timur pantai, saya pun mendaki Bukit Indah Lestari, di sinilah spot memandang keindahan Pantai Klayar dari ketinggian. Kita bisa melihat bebas ke sekeliling Pantai  Klayar di bawah sana. Ketika ombak datang dengan cukup deras menerpa pilar bebatuan, sebagian airnya masuk ke bawah batu dan menyembur ke atas seolah sebuah air mancur raksasa. Laut biru Pantai Klayar di kala siang cerah sangat memanjakan mata. Minuman air kelapa menjadi pelepas dahaga yang cocok selagi menikmati panorama Klayar.
 
Pantai Watukarung
Dari Pantai Klayar ke Pantai Watukarung, sejauh 12 km atau 35 menit perjalanan. Tiket masuk ke Pantai Klayar sebesar 3.000 IDR. Pantai ini dekat kawasan perkampungan penduduk lokal. Ada mushola jadi kita bisa shalat dzuhur dulu sebelum menjajal pantai.

 
 

Kontur Pantai Watukarung hampir sama dengan Pantai Klayar berupa hamparan pasir putih yang begitu cantik. Hanya saja bedanya pada karang-karang kecil yang cukup panjang sebelum bersinggungan dengan ombak laut lepas. Ada pulau-pulau karang karst di pantai ini. Suasana tepian begitu sejuk karena rimbunan pohon waru. Suasana sepi sehingga cocok dijadikan tempat berjemur. Boleh berenang asal tak ke tengah pantai. Ada bukit karst di sisi timur pantai. Saya pun naik kesana untuk melihat Pantai Watukarung dari ketinggian. Panorama di atas sana benar-benar best.

 

Pantai Srau
Pantai terakhir di bagian barat Kota Pacitan yang saya kunjungi hari kedua. Dari Pantai Watukarung ke Pantai Srau, sejauh 15 km atau 40 menit perjalanan arah timur mendekati Pacitan. Senangnya saya tak membayar tiket masuk karena rupanya petugas loket adalah teman baik mas Azis. Infonya tiket masuk ke Pantai Srau sebesar 5.000 IDR. Sebelum menjelajah Pantai Srau, coba santap makan siang berupa nasi dan lauk ikan tuna goreng di sebuah warung makan. Menunya memang rumahan tetapi nikmatnya tiada dua. Dan harganya terjangkau pula.

 

Inilah pantai tropis Pacitan yang paling kece menurut saya. Lebih alami dan tak banyak polesan buatan. Pemandangannya MashaAllah. Kegiatan yang wajib dilakukan di Srau yakni menjelajah trek di bukit-bukit karst nya. Di kala sore seakan pantai pribadi. 

 


Pantai Srau menjadi penutup penjelajahan hari kedua saya di Pacitan. Besok saya akan menengok pantai-pantai di bagian timur Kota Pacitan.

Bersambung ke Terpana Pacitan...part3

No comments:

Post a comment