Friday, 6 January 2017

Jalan Coban Talun di Bawah Langit Biru, Batu

Jalan Coban Talun di Bawah Langit Biru, Batu
Meskipun Batu mendapat predikat kota wisatanya Jawa Timur, namun jujur belum pernah saya bertemu sesama traveler yang naik angkot apalagi jalan kaki selama di Batu. Kebanyakan bertemunya yang menggunakan kenderaan pribadi, sepeda motor atau mobil. Beda dengan saya yang kemana-kemana selama di Batu selalu suka naik transportasi umum & jalan kaki. Ada kelebihannya, karena dengan naik transportasi umum saya jadi lebih tahu dengan kehidupan lokal dan dengan jalan kaki kita lebih dekat dengan alam. “Itu menurut saya.” Di postingan ini, saya tak akan banyak cerita tentang  mengapa saya suka naik transportasi umum dan jalan kaki.  Sekedar mau posting potret Jalan Coban Talun di bawah langit Biru, Batu.
.............................

Puas menyesatkan diri di Coban Talun, pulangnya tentu saja saya jalan kaki lagi sejauh ±1,4 km, menyusuri Jalan Coban Talun hingga ke persimpangan Jalan Raya Arjuno, jalan raya besar yang dilintasi angkot oranye (trayek Sumber Berantas – Selecta – Batu). Lepas tengah hari, angin berhembus menyejukkan tubuh yang gerah di bawah teriknya matahari. Seperti pagi tadi, suasana desa sepanjang Jalan Coban Talun siang ini masih tetap sunyi. Sesekali, perjalanan jalan kaki saya disalip oleh kenderaan bermotor. Langit biru Batu di atas sana menjadi penyemangat. Panorama desa di sepanjang Jalan Coban Talun begitu memanjakan mata. Kebun-kebun apelnya membuat saya ngiler.  Apalagi berjalan di bawah langit biru, saya suka. MashaAllah!

Keindahan sudut Jalan Coban Talun ini sepertinya memukai untuk dijadikan tempat pengambilan gambar syuting film Indonesia.....Ini khayalan saya!

Potret Jalan Coban Talun di bawah langit biru, Batu dapat dilihat dalam dokumentasi berikut ;

  
  
  
  
  

No comments:

Post a comment