Friday, 17 March 2017

Naik KA Lokal Cibatu dari Purwakarta ke Kiaracondong, Bandung

Purwakarta -  Bandung (sumber gambar : google map)
Selain Kereta Api (KA) Lokal Jakarta -Purwakarta, KAI juga punya KA Lokal Purwakarta - Cibatu yang harga tiketnya juga super murah. Buat kamu pejalan dengan budget pas-pasan harus tahu nih bahwa ongkos perjalanan dari Purwakarta ke Cibatu itu hanya 8.000 IDR. Wuihhh, murah meriah kan kak. KA Lokal Cibatu adalah kereta lokal yang beroperasi di Provinsi Jawa Barat. Kereta ini singgah di Plered, Padalarang, Bandung Hall, Kiaracondong, Nagreg dan stasiun kereta lainnya antara Purwakarta dan Cibatu. Hanya saja dalam sehari hanya ada sekali perjalanan, Purwakarta – Cibatu  berangkat pukul 12.55 siang sedangkan Cibatu – Purwakarta pukul 05.40 pagi. [Update 1 April 2017], waktu keberangkatan mengalami perubahan : Purwakarta – Cibatu pukul 15.45 sedangkan Cibatu – Purwakarta pukul 10.00 pagi. 

By the way, sebelumnya saya tak tahu Cibatu itu ada dimananya Jawa Barat? Cari di google, Cibatu adalah desa di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Pernah dengar daerah Nagreg? Jalur lintas selatan di kecamatan ini sering diberitakan terutama pada saat musim mudik lebaran. Nagreg adalah penghubung Bandung dengan kota-kota di Priangan Timur, seperti Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. Nah, 25 km setelah Nagreg menuju Garut di situlah Cibatu. Baiklah, mungkin di lain waktu saya harus ke Garut, biar tau Nagreg sekaligus Cibatu. “Ehemm, teman saya yang orang Garut ajak saya jalan – jalan dong!” :)

05 Desember 2016…. Belum kesampaian dari KA Lokal Jakarta – Purwakarta, siang ini saya dan Septi ke Kota Bandung dengan naik KA Lokal Cibatu dari Stasiun Purwakarta. Demi untuk menjawab penasaran saya tentang bagaimana rasanya naik KA lokal. Apa yang membedakan KA lokal dengan KA pada umumnya ? Bagaimana tampilan dalam gerbong KA Lokal Cibatu dan bagaimana kenyamanannya? Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran saya sebelum naik kereta lokal ini.


Stasiun Purwakarta
Berbeda dengan KA jarak jauh, tiket KA lokal hanya bisa dibeli langsung di stasiun keberangkatan. Berapa jam tepatnya tiket harus dibeli tak ada informasi resminya. Pukul 11.00 an kami sudah berada di depan loket pembelian tiket Stasiun Purwakarta. Ternyata 2 jam sebelum waktu keberangkatan, loket pembelian belum buka. Kami pun harus sabar menunggu.

  
Ruang tunggu area loket pembelian Stasiun Purwakarta

Ruang tunggu area loket Stasiun Purwakarta itu tak besar, sambil duduk manis kita bisa memandang bebas ke kawasan peron. Pemandangan yang mencolok ada tumpukan gerbong kereta warna – warni tersusun rapi. Dulunya gerbong-gerbong KRL ekonomi non AC lintas Jabodetabek.  Oh iya, itu dinamakan kuburan kereta Purwakarta. Kalau kita searching wisata unik Purwakarta, ini salah satunya, cukup viral juga di media sosial.

Kuburan kereta Stasiun Purwakarta

Menjelang jam 12 atau satu jam sebelum waktu keberangkatan, calon penumpang memadati ruangan loket. Dan loket pembelian KA Lokal Cibatu pun dibuka. Saya masuk ke dalam antrian...Proses pembeliannya pun simple, hanya menyebutkan tujuan kita dan untuk berapa orang, bayarnya dengan uang cash. Dan kini di tangan sudah ada 2 tiket KA Lokal Cibatu, tujuan Kiaracondong. Bentuk tiket kereta lokal ternyata berupa secarik kertas potongan kecil, ada juga barcodenya. 

  
Mengantri membeli tiket kereta (kiri). Tiket KA Lokal Cibatu (kanan)

Keberangkatan menunggu kedatangan kereta yang dari Cibatu tiba di Purwakarta. Untungnya siang ini kereta tiba di Purwakarta tepat waktu. Tak lama setelah dapat tiket kami bisa langsung bisa masuk ke dalam kereta. Harus melewati pemeriksaan tiket (verified ticket) oleh petugas dulu di pintu masuk. Kemudian kita menyebrangi rel kereta karena KA Lokal Cibatu berada pada jalur 4. Dan menuju ujung rangkaian kereta dimana gerbong ekonomi 1 (sesuai yang tertera pada tiket kita) berada. Jika di kereta jarak jauh ada pramugari yang siap memandu ketika kita naik ke dalam gerbong, KA Lokal mah jangan harap ada ya kak. Palingan adanya bapak security yang jaga di jalur keberangkatan kereta.

 
Lintasan kereta Stasiun Purwakarta

KA Ekonomi Lokal Cibatu

Bagaimana dengan tampilan KA Lokal Cibatu? Begitu masuk ke dalam gerbong kereta, benar - benar surpriseTak seburuk yang saya bayangkan sebelumnya, ternyata kondisinya lumayan bagus dan bersih. Formasi kursi 3 -2 saling menghadap, ber-AC ada colokan listrik pula. Kursinya pun terbilang nyaman. Saya tak menyangka kereta murah meriah ini oke juga. Kondisi gerbong kereta sama dengan naik kereta ekonomi AC jarak jauh. Jadi anggapan bahwa perjalanan dengan kereta murah selalu tak nyaman itu tak sepenuhnya benar ya kak! Apalagi di gerbong yang kami tempati tak banyak penumpang bahkan sebagian besar kursinya masih kosong hingga ke Bandung. Ahh, berasa naik kereta pribadi ala KA Lokal Cibatu.

  
 Interior gerbong KA Lokal Cibatu (kiri). Naik KA Lokal Cibatu, kita gembira :) (kanan)

Bagaimana dengan panorama perjalanan naik kereta dari Purwakarta ke Bandung? Sesuai tiket, seharusnya kami duduk di barisan kiri gerbong. Namun karena barisan kursi sebelah kanan lebih menawarkan pemandangan yang lebih bagus, kami pun pindah. Untungnya barisan kanan itu banyak yang kosong. Sama seperti kereta dari/menuju Bandung lainnya, KA Lokal Cibatu pun menawarkan pemandangan yang tak perlu lagi diragukan keindahannya. Panoramanya sangat memanjakan mata. Kereta meliuk -liuk menyusuri jalur rel membelah perbukitan. Warna hijau mendominasi panorama. Ladang - ladang padi menguning dan kebun – kebun sayur di lereng bukit. Waduk Jatiluhur, Gunung Lembu, Bongkok dan Parang terlihat menawan dari dalam kereta, tak lama setelah kami meninggalkan Kota Purwakarta.

Kereta ke/dari Bandung punya ciri khas yang tak dimiliki jalur kereta lainnya yakni melalui banyak jembatan kereta api. Ketika kereta lewat jembatan di sinilah momen deg-degan itu. Lewat Desa Cisomonga, kereta lewat Jembatan Cisomang.  Jembatan ini memiliki panjang 243 meter dengan jalur rel ganda ini. Sebelah kiri masih kokoh berdiri Jembatan Cisomang lama berusia satu abad lebih yang tak dipakai lagi.

Satu lagi keunikan perjalanan kereta menuju/dari Bandung yakni antara Stasiun Maswati dan Stasiun Sasaksaat, kereta melewati terowongan peninggalan Kolonial Belanda. Namanya Terowongan Sasaksaat. Panjangnya sekitar 949 meter, membelah Perbukitan Cidepong.Yang paling buat deg-degan ketika kereta menyusuri Jembatan Cikubang. Inilah jembatan kereta api terpanjang di Indonesia dengan panjang 300 meter dengan jalur rel tunggal. Meski usianya telah lebih dari satu abad, pilar baja jembatan ini masih kukuh berdiri dengan tinggi 80 meter dari dasar sungai Cikubang. “Konstruksi jaman dulu awet-awet yak!”.

Kereta singgah di setiap stasiun sekitar 2 – 4 menit. Kecuali di Stasiun Padalarang, KA Lokal Cibatu berhenti cukup lama sekitar 15 menit. Berhenti di setiap stasiun inilah yang membuat perjalanan KA Lokal Cibatu sedikit lebih lambat dibanding kereta non lokal.



Potret Bumi Parahyangan, antara Purwakarta dan Padalarang


Setelah kereta melewati Stasiun Padalarang barulah pemandangan di luar sana didominasi rumah – rumah penduduk, semakin mendekati Bandung semakin padat permukiman. Dan akhirnya kami sampai di Stasiun Kiaracondong, Bandung. Butuh sekitar 2,5 jam perjalanan naik KA Lokal Cibatu dari Purwakarta ke Bandung. Naik kereta murah bukan berarti tak on time. KA Lokal Cibatu tiba di Bandung sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket yang kami punya.

Begitulah cerita perjalanan saya perdana naik KA Lokal Cibatu. Yuk kak naik kereta ke Bandung! Naik KA Lokal Cibatu itu sudah murah, nyaman dan menyenangkan. Bonusnya bersiap - siap lah terpukau oleh panorama alam bumi Parahyangan sepanjang perjalanan. 

No comments:

Post a comment